Showing posts with label Theater Eropa. Show all posts
Showing posts with label Theater Eropa. Show all posts

Thursday, January 5, 2017

Anschluss, Apa Itu ?

Anschluß (dibaca : Anschluss) atau yang mempunyai arti harfiahnya "Bergabung", adalah peristiwa dimana Nazi Jerman meng-aneksasi keseluruhan wilayah Austria untuk bergabung menjadi satu kesatuan negara yang bernama Grossdeutschland, atau "Jerman Raya".

Beberapa tentara Jerman dan polisi Austria 
berusaha mencabut palang perbatasan 
Jerman-Austria sebagai 
simbol kebersamaan dan persatuan.

Memang, sejak berakhirnya Perang Dunia Pertama, Austria sudah ngebet ingin bergabung dengan Jerman. Begitupun sebaliknya, Hitler yang berdarah asli Austria juga ingin mempersatukan kedua negara, karena Hitler berkeyakinan bahwa orang Jerman dan Austria adalah sama-sama bangsa Arya, hal ini sudah dijelaskan di dalam buku Mein Kampf yang ia tulis. Dikarenakan Perjanjian Versailles-lah, mimpi ini tidak pernah terwujudkan sampai pada Hitler naik ke tampuk kekuasaan.


"Grossdeutschland"

Partai Nasionalis-Sosialis Austria gagal mendapatkan kursi di pemilu legislatif pada 40 November 1930, tetapi popularitas partai tetap meningkat seiring terpilihnya Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman pada 1933. Ide "Lebensraum" Hitler juga telah mempengaruhi rakyat Austria.

Bertahun-tahun, Nazi Jerman telah memberikan dukungan penuh pada partai Nasionalis-Sosialis Austria untuk segera merebut pemerintahan yang nantinya supaya proses aneksasi berjalan lancar dan cepat. Disini Partai Nasionalis-Sosialis Austria membuat kerusuhan besar-besaran diseuluruh Austria dibawah perintah Hitler.

Pada 25 Juli 1934, Engelbert Dollfuss, kanselir Austria dibunuh oleh beberapa anggota partai Nasionalis-Sosialis Austria dalam aksi kudeta yang gagal, beberapa dari pelaku pembunuhan ditangkap dan dihukum mati. Setelah itu banyak anggota partai yang melarikan diri ke Jerman dan bergabung dengan NSDAP (Partai Nasonalis-Sosialis Jerman/Nazi), sisa-sisa anggota partai Nasionalis-Sosialis Austria yang masih berada di Austria terus melakukan serangan terorisme terhadap lembaga pemerintahan Austria.

Setelah terpilihnya Kurt Schuschnigg sebagai kanselir pengganti Dollfuss, Kurt langsung turun tangan menebas habis para perusuh Nasionalis-Sosialis. Yang pada akhirnya partai Nasionalis-Sosialis Austria dibubarkan dan para anggotanya ditahan. Tetapi sisa-sisa pendukung partai masih berkeliaran menuntut agar para anggota dibebaskan, pasukan Kurt pun tidak bisa membendung massa yang terus mengamuk. Ditambah lagi boikot oleh pemerintah Jerman terhadap Austria yang membuat ekonomi Austria terganggu untuk sementara waktu.

Karena kekacauan yang makin meningkat, Hitler mengadakan pertemuan dengan Kurt Schuschnigg. Hitler mengancam akan menyerbu Austria kecuali Schuschnigg membebaskan para anggota partai Nasionalis-Sosialis dan memberikan semua kursi parlemen pada anggota partai tersebut. Schuschnigg mau tidak mau menyetujui ancaman Hitler dan mengangkat salah-satu anggota partai Nasionalis-Sosialis Austria, Arthur Seyss, menjadi menteri dalam negri.



Warga Wina tumpah ruah kejalanan 
untuk menyambut Adolf Hitler.



Setibanya ia di kota Wina, Adolf Hitler langsung 
menyempatkan diri bertemu dengan Arthur Seyss.

Adolf Hitler mengunjungi kampung halamannya di 
Braunau Am Inn, 14 Maret 1938.

Schuschnigg yang takut akan ancaman Hitler lalu meminta pertolongan pada Perancis dan Inggris, tetapi keduanya menolak untuk membantu Austria. Sementara itu partai Nasonalis-Sosialis Austria segera mengambil tempat di pemerintahan, Arthur Seyss kemudian memberikan jalan masuk kepada pasukan Hitler ke Austria untuk memulihkan ketertiban.

Lembaran poling pemilihan yang diselenggarakan pada 10 April 1938 
oleh pemerintah Austria sebagai upaya akhir 
untuk membendung rencana 
aneksasi yang dilakukan oleh rezim Hitler. 

Semakin panik dan putus asa-lah Schuschnigg, ia memutuskan untuk mengadakan pengambilan suara secara demokratis sebagai jalan akhir Kurt untuk mempertahankan kedaulatan negaranya. Ternyata 99.7% dari keseluruhan warga Austria yang memberikan suara setuju untuk bergabung dengan Nazi Jerman. Akhirnya Kurt tidak punya pilihan lain selain mundur dari jabatannya dan menyerah pada tentara Jerman.

Selama Perang Dunia Kedua, Austria menjadi bagian dari Nazi Jerman. Sampai pada keruntuhan rezim Adolf Hitler pada 1945, Austria kembali menjadi negara independen. Tetapi baru diakui merdeka secara total pada 1955.





Saturday, September 24, 2016

Yang Kyoungjong, Pemuda Korea Yang Membela 3 Negara Pada Perang Dunia Kedua

Yang Kyoungjong, saat ditangkap dan di data oleh 
pasukan Amerika Serikat di Normandia, Juni 1944.

Yang Kyoungjong, adalah orang Korea yang pernah bertempur untuk 3 negara, yaitu Jepang, Jerman dan Soviet pada Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1938, Yang Kyoungjong yang pada saat itu masih berusia 18 tahun, diangkut oleh tentara Jepang ke Manchuria untuk direkrut menjadi tentara Kwantung, kemudian nantinya dia akan dikirim ke Pertempuran Khalkhin Gol. Selama pertempuran khalkhin gol, ia ditangkap oleh tentara Uni Soviet dan kemudian dikirim ke penjara Gulag. Sampai pada tahun 1942, karena kurangnya SDM, ia bersama ribuan tahanan lainnya kemudian di paksa bergabung dengan tentara Soviet untuk melawan Nazi Jerman di Front Timur.

Pada tahun 1943, lagi-lagi ia ditangkap oleh tentara Jerman di Ukraina selama Pertempuran Kharkov Ketiga, dan kemudian menjadi relawan untuk tentara Jerman dan ditempatkan di unit khusus relawan Ost-Battalionen. Disini, Yang dikirim untuk melawan partisan di daerah Perancis dan berbagai pertempuran besar lainya, terutama pada Invasi Normandia 1944. 

Pada Invasi Normandia 1944, Yang ditugaskan di basis pertahanan pantai Utah, Yang ditangkap oleh pasukan terjun payung Amerika pada bulan Juni 1944. Pasukan Amerika awalnya mengira dia adalah relawan dari Jepang. Beberapa hari kemudian, Letnan Robert Brewer dari 101st Airborne Division, melaporkan bahwa anak buahnya telah menangkap 4 orang Asia lainnya yang mengenakan seragam Jerman di sekitar pantai Utah. 


4 orang Korea lainnya yang ditangkap di sektor pantai Utah, Normandia.

Karena tidak ada yang bisa berkomunikasi pada mereka, 5 orang ini pada akhirnya dikirim ke penjara di Inggris dan kemudian dipindahkan ke sebuah kamp di Amerika Serikat sampai perang berakhir. Setelah Yang dibebaskan, ia menetap di Illinois, Amerika Serikat. Di mana dia menikah dan mempunyai 2 orang anak, sampai kematiannya pada 7 April 1992. Sementara nasib 4 orang Korea lainnya tidak diketahui. Kisah Yang Kyoungjong kemudian diangkat dalam film berjudul "My Way", dirilis pada tahun 2011.

Nama : Yang Kyoungjong (양경종)
Lahir : 3 Maret 1920, di Shin Euijoo, daerah Barat Laut Korea
Meninggal : 7 April 1992, di Illinois, Amerika Serikat (umur 72 tahun)
Pengabdian :  Angkatan Darat Kekaisaran Jepang (1938-1939), Red Army (1942-1943), Wehrmacht (1943-1944).
Perang : Perang Dunia Kedua, Pertempuran Khalkhin Gol, Pertempuran Kharkov Ketiga, Invasi Normandia 1944.




Tuesday, August 30, 2016

Karl-Heinz Rosch, Tentara Jerman Yang Paling Dihormati Orang Belanda

Karl-Heinz Rosch (3 Oktober 1926 - 6 Oktober 1944)

6 Oktober 1944, hanya berselang 3 hari setelah Rosch berulang tahun yang ke-18. Rosch bersama dengan anggota pletonnya saat itu ditugaskan untuk membuat pertahanan disebuah perternakan di desa kecil disekitar Goirle. Tiba-tiba pasukan sekutu muncul dan langsung menembaki ke arah pertahanan mereka. Anggota pleton Rosch saat itu langsung kocar-kacir menuju ruangan bawah tanah untuk bersembunyi.

Tapi Rosch tidak juga bangkit dari tempatnya, dia melihat 2 orang anak si petani masih berada di halaman. Tanpa pikir panjang, Rosch langsung berlari dan merangkul kedua anak tersebut untuk membawa mereka ketempat aman.

Setelah dia memastikan kedua anak tadi sudah masuk ke dalam ruangan bawah tanah, dia pun bergegas kembali ke pos-nya. Belum satu langkah, tiba-tiba sebuah granat tangan yang dilemparkan pasukan Sekutu mendarat tepat didepannya. Granat tersebut meledak dan membunuhnya.

Foto Rosch yang lainnya. Kalo diliat lagi, mukanya kayak si Norman 
yang di film Fury (2014). but i dunno...

Sayangnya, kisah heroik Karl-Heinz Rosch ini dirahasiakan oleh pemerintah Belanda selama 60 tahun, dengan alasan hanya karena Rosch adalah pasukan penjajah. Bahkan orang tua dari Rosch pun tidak mengetahui dimana dan bagaimana putranya meninggal. Baru pada tahun 2000'an, seorang saksi mata kejadian berani bersaksi bahwa kisah itu benar, pemerintah Belanda pun akhirnya mau mengakuinya.


Riet Van Der Louw dan patung tanah liatnya.


Sementara yang ini adalah versi tugu yang dari perunggu.



 Peresmian tugu memorial Rosch yang dihadiri beberapa kerabat dan tetangga sekitar.

Pada November 2008, pematung asal Belanda, Riet Van Der Louw, membuat patung memorial dari tanah liat untuk mengenang aksi heroik Rosch. Yang kemudian membuat para warga sekitar terharu dan mau menyisihkan sedikit uangnya untuk membeli sebuah tugu perunggu kecil yang nantinya akan dipajang didepan halaman rumah sang anak petani tersebut.

Makam Rosch.

Friday, August 26, 2016

Molotov Cocktail, Senjata Sederhana Dengan Sejarah Unik

Molotov Cocktail, atau Bom Molotov, adalah sebuah bom pembakar yang sangat sederhana dan murah. Saking sederhananya, semua orang bisa membuat bom ini dari peralatan rumah tangga sehari-hari. Itulah sebabnya bom ini banyak digunakan oleh para demonstran, penjahat, gangster, berandalan, preman dan kelompok terorisme. Selain sederhana dan murah, bom ini juga memberikan efek terbakar yang cukup signifikan.

Bom Molotov awalnya digunakan oleh para pejuang Finlandia untuk mempertahankan tanah mereka dari upaya penjajahan pasukan Uni Soviet pada Perang Musim Dingin tahun 1939.


Pasukan Infanteri Jerman merakit bom Molotov.

Partisan Perancis dan dibantu oleh beberapa pasukan sekutu menyiapkan 
bom Molotov untuk penyerbuan pembebasan Paris.

Bom ini sangat ampuh untuk melawan tank-tank milik Soviet, mekipun tidak bisa memberikan kerusakan pada tank tersebut. Tetapi efek bakarnya sangat kuat hingga memaksa para crew untuk keluar. Jika pun para crew berhasil keluar dari tank, mereka akan dihadapkan oleh para pejuang Finlandia yang sudah siap menembaki mereka.


Rekomendasi target lemparan Molotov untuk melumpuhkan tank.

Btw, nama "Molotov Cocktail" ini awalnya adalah sebuah sindiran terhadap Vyacheslav Molotov, yang mana ia adalah Menteri Luar Negeri Soviet pada masa rezim Komunis Josep Stalin. Mulanya, Angkatan Udara Soviet sering melanggar batas negara dan mengebom wilayah-wilayah Finlandia. Tetapi Vyacheslav malah mengatakan ke media massa kalau pemerintah Soviet selalu mengirimkan bantuan pangan lewat udara ke wilayah Finlandia. Lalu oleh para pejuang, bom-bom ini dinamai "Molotov's Bread Basket", atau yang berarti "Wadah Roti Molotov". Karena itulah diciptakannya "Molotov Cocktail" (Cocktail = minuman beralkohol), yang mana Molotov Cocktail ini ceritanya untuk menemani "hidangan" Molotov's Bread Basket tersebut.


"Molotov's Bread Basket", adalah bom yang bernama asli RRAB-3, bom ini berjenis Cluster Bomb.
Yang mana berarti bom ini memiliki ribuan butir bom-bom kecil didalamnya yang akan menyebar kesegala arah setelah cangkang luarnya mengelupas.


Vyacheslav Molotov.

Puluhan botol bom Molotov milik pasukan Finlandia yang 
disita oleh tentara Soviet.

Sebenarnya, senjata ini hanya digunakan oleh para pejuang Finlandia. Tetapi lama kelamaan, negara-negara seperti Nazi Jerman, Jepang, Inggris, Amerika dan bahkan Soviet sendiri juga ikut-ikutan menggunakan Molotov Cocktail ini. Konon, pejuang Indonesia juga sering menggunakan bom Molotov untuk pengganti granat tangan yang pada saat itu tentulah jumlahnya sangat-sangat terbatas. 

Seorang pasukan Amerika dengan bangga berpose dengan bom Molotov 
rampasan milik pasukan Jerman di Normandia. 

Pasukan Amerika dan beberapa bom molotov rakitan mereka. 


Tuesday, August 16, 2016

Rommel's Asparagus


Rommel's Asparagus, atau Rommelspargel, adalah senjata defensif sederhana milik Nazi Jerman yang digunakan untuk merusak atau bahkan membunuh para penumpang pesawat glider musuh saat melakukan landing.

Erwin Rommel, sang Jenderal penggagas ide tersebut

Ratusan "Rommel's Asparagus" yang dipasang disebuah ladang di Perancis 

Rommel's Asparagus biasanya terbuat dari kayu atau besi dengan panjang 3-4 meter yang ditancapkan di tanah, biasanya juga dipasang kawat berduri dan ranjau darat diatasnya untuk menambah damage dari benda tersebut. Rommel's Asparagus banyak terlihat di Perancis saat D-Day 1944 berlangsung, benda ini biasanya ditancapkan di tanah lapang, padang rumput dan tempat-tempat lain yang dianggap strategis untuk tempat pendaratan pesawat.


Sebuah "Rommel's Asparagus" yang diberi ranjau darat 
diatasnya biar tambah greget


Meskipun benda ini sangat sederhana, tetapi sudah tak terhitung lagi berapa pesawat glider milik sekutu yang menjadi korbannya. Btw, benda ini dinamai "Rommel's Asparagus" karena Erwin Rommel lah yang menciptakan gagasan ini. Tapi benda ini punya nama resmi Luftlandehindernis, atau "Penghalang Pesawat" dalam artian kasarnya.



Salah satu dari ratusan korban akibat menabrak "Rommel's Asparagus"
konon, setengah dari seluruh penumpangnya meninggal

Sebuah pesawat Glider milik Amerika yang crash akibat menabrak 3 batang "Rommel's Asparagus", untungnya tidak ada korban jiwa

Beberapa tentara Amerika mencoba untuk menggulingkan batang-batang kayu "Rommel's Asparagus" karena nantinya lapangan ini akan digunakan sebagai landing glider

 Seorang tentara Amerika yang kepalanya pecah karena tertimpa 
batang kayu "Rommel's Asparagus" beberapa saat setelah 
sebuah glider menabrak batang kayu tersebut

Foto seorang pasukan Fallshirmjager dan senapan MG-nya dengan puluhan batang "Rommel's Asparagus" dilatar belakang fotonya-nya.


Sisa-sisa "Rommel's Asparagus" yang sudah berlumut dan termakan usia,
foto diambil tahun 2006

Wednesday, June 15, 2016

Dekrit Nero 19 Maret 1945


Tank Panzer VII "Maus" yang hancur tak berdaya akibat diledakkan oleh kru-nya sendiri. Konon katanya, tank ini mengalami kegagalan mesin (atau kehabisan bahan bakar ?) dan para kru-nya takut jika tank tersebut akan digunakan oleh pasukan musuh. Sehingga mereka memilih untuk menghancurkannya saja.

Dekrit Nero, atau Keputusan Nero, adalah perintah langsung yang dikeluarkan oleh Adolf Hitler pada 19 Maret 1945 yang berisi tentang perintah penghancuran infrastruktur di seluruh negara Jerman untuk mencegah pasukan Sekutu memanfaatkannya.

Sejak awal tahun 1945, situasi militer Jerman sudah dalam keadaan Defensif, itu membuat Hitler mulai putus asa. Banyak wilayah jajahan milik Jerman telah di merdekakan oleh pasukan sekutu, dan yang paling parah adalah Operasi Ardennes gagal dilaksanakan. Yang pastinya membuat kondisi militer Jerman bertambah runyam.

Tapi perlu diketahu bahwa Dekrit Nero bukanlah pertama kalinya Hitler mencoba untuk menghancurkan wilayahnya sendiri. Sesaat sebelum Sekutu membebaskan Paris, Hitler memerintahkan untuk menempatkan bahan-bahan peledak di seluruh landmark penting dikota tersebut. Hitler ingin jika pada waktunya Paris direbut, kota tersebut akan dibumi hanguskan. Hitler lebih memilih menghancurkan seluruhnya daripada memberikannya kepada sekutu. Tapi tugas ini gagal dilaksanakan, karena Dietrich Von Choltitz, menteri yang bertanggung jawab atas tugas tersebut malah kabur dan berkolaborasi dengan sekutu.

Tidak berbeda dengan perintahnya di Paris lalu, Dekrit Nero juga berakhir gagal. Kini Speer yang ditunjuk untuk bertanggung jawab atas tugas tersebut, tapi Speer kala itu memang sengaja menggagalkan perintah tersebut.

Albert Speer malah mengajak para jenderal dan perwira-perwira Nazi lainnya untuk mengabaikan perintah tersebut. Speer berkeyakinan kalau Jerman akan kalah dalam beberapa minggu, dan jika hal tersebut tetap dilakukan, maka kesengsaraan rakyat Jerman akan bertambah parah. Sebelumnya Hitler tidak mengetahui hal tersebut, tetapi dia mengaku kalau dia memang sengaja menggagalkan tugasnya saat dia berkunjung ke Bunker Hitler beberapa saat sebelum Berlin jatuh ke tangan sekutu. Hitler kemudian marah kepadanya dan memintanya untuk segera pergi dari Bunker-nya.

Dekrit Nero tersebut kira-kira berbunyi seperti ini :

"Semua fasilitas transportasi, komunikasi, fasilitas militer, perusahaan industri dan gudang suplai, serta hal-hal apapun yang berguna menunjang kehidupan rakyat, akan segera dihancurkan dengan harapan tidak bisa dimanfaatkan oleh musuh"